1. Arti dari Ceramah adalah jenis komunikasi di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya.
Penyampainya adalah orang-orang yang menguasai bidang tertentu dan pendengarnya bisa melibatkan banyak orang.
Medianya bisa langsung ataupun melalui sarana komunikasi seperti televisi, radio, dan media lainnya.
Selain itu, ada pula yang disebut dengan pidato dan khotbah.
- Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasif. Pidato berisi ajakan atau dorongan pada khalayak untuk berbuat sesuatu, misalnya dalam pidato politik atau kampanye.
- Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan keagamaan dan ajakan untuk memperkuat keimanan.
2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat ceramah :
Sebelum menulis :
a. Menentukan tema / pokok masalah.
b. Mengetahui latar belakang pendengar ( usia, pendidikan, julah pendengar )
c. Mencari data / sumber bacaan yang mendukung teks pidato / ceramah / khotbah yang akan disampaikan.
d. Membuat kerangka teks pidato / ceramah / khotbah.

Setelah memahami langkah-langkah dan sistematika penulisan, perlu diperhatikan juga penyajian isi dan bahasa dalam teks pidato / ceramah / khotbah tersebut, diantaranya :
a. Isi pidato harus sesuai dengan tema acara kegiatan.
b. Informasi yang disampaikan sesuai dengan kebenaran.
c. Menggunakan bahasa yang efektif.
d. Pilihan kata dalam teks tepat dan jelas.
e. Menggunakan bahasa ungkapan-ungkapan yang sesuai dengan isi teks.
3.Langkah-langkah menyusun Teks Ceramah :
-Menentukan topik dan tujuan.
-Menyusun kerangka ceramah.
-Menyusun teks ceramah berdasarkan kerangka dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
-Menyunting teks ceramah.
4. Bagian-bagian Teks Ceramah :
- Pengenalan Isu.
- Rangkaian Argumen.
- Penegasan Kembali.
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menanggapi ceramah :
Menurut buku :
- Jelaskan latar belakang atau sebab-sebab timbulnya pertanyaan.
- Sampaikan pertanyaan dengan jelas dan tidak berbeli-belit.
- Gunakan pilihan kata dan nada bicara yang santun.
Menurut Internet :
- Pembukaan.
Hindarkan penampilan yang memperlihatkan kekurangsiapan. Hal ini akan mengurangi kepercayaan hadirin/ Arahkan pandangan ke seluruh hadirin agar dapat mengenai pendengar semua. Mulailah berbicara dengan tenang dan ucapkan kata pembukaan.
- Penyampaian uraian.
Uraian hendaknya disampaikan secara mantap, logis, dan cermat. Kalimat tersusun baik, intonasi, dan aksentuasi yang jelas.
- Transisi.
Dalam penyajian, pemindahan topik hendaknya dilakukan melalui perbuatan operasional dengan jeda, mengubah sikap taat dan membahas topik baru.
- Menjawab pertanyaan.
Saat menjawab hendaknya menjawab sebatas pertanyaan saja dan jangan mengungkapan yang tidak ada hubungan dengan pertanyaan.
- Menanggapi pendapat.
Dalam menanggapi pendapat hendaknya memberikan tanggapan yang sewajarnya, baik yang menyatakan persetujuan atau penolakan.
- Menyampaikan kesimpulan dan penutup.
Sampaikan kesimpulan pada akhir ceramah, bukan pada akhir pembahasan masalah! Dalam hal ini harus tercermin adanya gagasan yang memuat pada saat tanya jawab.
6. Ciri -ciri kebahasaan teks ceramah :
a. Menggunakan kata sapaan seperti hadirin, kalian, bapak-bapak, ibu-ibu.
b. Menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang berupa definisi. Contoh : adalah, merupakan, yakni, dan sejenisnya.
c. Menggunakan kata ganti orang pertama yang merujuk pada diri penceramah itu sendiri.
d. Menggunakan kata-kata teknis atau istilah-istilah yang berkenan dengan topik ceramahnya. Contoh : mengenai kata aplikasi, gadget, dan chatting.
e. Menggunakan kata-kata yang menunjukan hubungan argumentasi ( sebab akibat ). Contohnya : jika, sebab, karena, dll.
f. Menggunakan kata-kata yang menyatakan hubungan temporal maupun perbandinagn atau pertentangan. Contohnya : sebelum itu, kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.
g. Menggunakan kata-kata kerja mental, seperti diharapkan, memprihatikan, memperkirakan, mengagumkan, dll.
h. Menggunakan kata-kata persuasif atau harapan, seperti mestinya, mudah-mudahan, hendaklah, sebaiknya, dll.
7. Pengenalan isu berupa deskripsi mengenai topik yang akan dibahas. Bagian ini ditandai adanya pendefinisian ( penentuan batas topik ) atau ilustrasi peristiwa secara umum. Pengenalan isi biasanya merupakan awal atau pembukaan yang disampaikan oleh si penceramah tersebut.
8. Ciri-ciri kerangka ceramah yang baik :
a. pendahuluan, biasanya berisi:
- Sapaan kepada audience ( pendengar ).
- Ucapan salam pembuka.
- Ucapan syukur kepada tuhan.
- Ucapan terima kasih kepada pihak terkait.
- Tujuan pidato.
- Pengantar ke arah pokok materi pidato.
b. Isi, berisi gagasan-gagasan yang hendak disampaikan.
c. Penutup, biasanya berisi :
- Kesimpulan atau ringkasan bagian penting.
- Ajakan, harapan-harapan.
- Ucapan terima kasih dan permohonan maaf.
- Salam Penutup.
9. Teknik-teknik berceramah :
- Lafal adalah cara mengucapkan kata atau bunyi bahasa. Ketidaktepatan penceramah dalam melafalkan kata / bunyi bahasa dapat mengurangi pemahaman pendengar. Pendengar akan terganggu karena maksud kata-kata yang disebutkan menajdi tidak jelas. Kewhati-hatian dalam melafalkan kata / bunyi bahasa, juga harus diperhatikan. Ketika mengucapkan kata-kata asing. Karena itu, sebelum menggunakannya, pembicara harus membuka-buka kamus untuk mengetahui kata pengucapan di samping maknanya.
- Intonasi atau nada adalah naik turunnya lagu kalimat. Perbedaan intonasi menyebabkan perbedaan makna kalimat itu. kemungkinannya berbentuk kalimat berita, kalimat tanya, atau kalimat perintah. Selain menunjukkan maksud kalimat, intonasi berfungsi mengekspresikan perasaan pembicara. Sebagai contoh, intonasi menanjak berguna untuk menunjukkan rasa gembira, intonasi menurun mengekspresikan ketenangan.
- Sikap tubuh seorang pembicara besar pengaruhnya terhadap suasana dan tanggapan para pendengarnya. Sikap tubuh yang kaku dapat menyebabkan pendengar merasa tidak tertarik dan cepat bosan dengan penampilan pembicara. Sementara itu, sikap tubuh yang terlalu santai dapat membuat pendengar terbawa untuk tidak serius. Dengan demikian, sikap tubuh kita ketika berbicara haruslah dinamis atau bervariatif, yakni disesuaikan dengan isi pembicaraan, suasana, tempat, dan kondisi para pendengarnya.
10 Cara menanggapi ceramah :
- Mendengarkan topik yang disampaikan oleh si pembicara.
- Berusaha memahami hal-hal penting yang telah disampaikan si pembicara.
- Mengevaluasi gagasan serta pendapat yang disampaikan.
- Berusaha menginterpretasikan isi dan hal-hal penting yang disampaikan oleh si pembicara.
- Selalu konsenstrasi pada hal yang disampaikan oleh si pembicara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar