Selasa, 15 Mei 2018

Perjalanan Ke Desa Plono



Pada hari Jumat tanggal 27 April 2018, sekolah saya akan melakukan kegiatan live in ke Yogyakarta di daerah Desa Plono, Samigaluh, Kulon Progo. Proses keberangkatan kami berjalan sesuai waktu atu jadwal yang sudah diberikan oleh panitia dan para guru-guru yang akan ikut bersama kami di acara live in ini. Keberangktan kami dimulai dari sekolah dimana seluruh siswa-siswi kelas 11 jurusan IPA dan IPS berkumpul untuk mempersiapkan diri dalam menunggu bus yang akan mengantarkan kami ke Desa Plono yang letaknya agak jauh dari Jakarta. Sebagian siswa-siswi diantarin ataupun ditemanin oleh orang tuanya masing-masing untuk melihat keberangkatan anak-anaknya yang akan pergi ke tempat yang jauh dan mereka telah mempersiapkan semua kebutuhan bagi anak mereka saat mereka berangkat ke Desa Plono. Saat malampun tiba, bus-bus yang akan mengantarkan kami sudah datang dan saya mempersiapkan untuk pergi dengan mengucapkan selamat tinggal kepada orang tua saya dengan memeluk dan mencium pipi orang tua saya dan akhirnya sayapun berangkat bersama dengan murid-murid lainnya yang berjumlah 74 murid dengan 6 guru yang akan menemani kami saat kami tiba di Desa Plono. Proses keberangkatan kami dari Jakarta ke Yogyakarta itu sangat melelahkan sekali dimana banyak sekali kemacetan terjadi di jalan tol sehingga proses mencapai tujuan kami agak sedikit terhambat dimana pada waktu tengah malam membuat saya tidak bisa tidur dan kedinginan dengan hujan yang deras sekali di luar bus kami. Hari yang baru telah tiba dimana saya masih dalam perjalanan ke Desa Plono yang letaknya sangat jauh sekali . Banyak para murid menghabiskan waktu mereka dengan bernyanyi bersama ataupun tidur siang saat di dalam bus, tetapi setelah melewati jalan yang panjang seperti kemacetan atau mendaki gunung dengan menggunakan bus yang jalanannya agak sempit adan agak curam, akhirnya kami sampai di tujuan kami yaitu Desa Plono. Saat saya turun duluan dari bus, banyak masyarakat yang mengucapkan selamat datang kepada saya dan teman-teman saya sambil melambaikan tangan mereka kearah kami dan kamipun merespon dengan bersalaman dengan orang yang tidak kami kenal dan juga masyarakat di Desa Plono mengarahkan kami ke gereja mereka yang letak berada di atas bukit yang agak tajam dan cukup melelahkan bagi kami untuk berjalan dimana para masyarakat Desa Plono menerima kami saat digereja tersebut. Saat tiba di gereja tersebut, kamipun disediakan makanan dan minuman yang hangat yang menyegarkan tubuh kami yang cukup lelah saat melewati perjalanan yang panjang dan juga mengobrol dengan masyarakat Desa Plono tentang perjalanan kami lalui selama 21 jam ini. Sesampai di gereja, guru-guru kami menyerahkan murid-muridnya kepada masyarakat Desa Plono untuk mendapat pelajaran yang akan didapat saat kami menginap di Desa Plono dan juga dapat dijagai ataupun ditemanin oleh orang tua asuh yang menganggap kami sebagai anaknya sendiri dan dimulailah masa-masa yang indah bagi kami saat kami menginap di suatu desa selama 3 hari, jalan-jalan ke suatu wisata di puncak dan juga di Malioboro yang akan kami kenangi bersama dengan orang tua asuh kami masing-masing dan juga angkatan kami bersama-sama dengan guru kami sebagai satu keluarga yang besar.


Kegiatan yang pertama kali saya lakukan saat di Desa Plono adalah kebaktian bersama dengan masyarakat Desa Plono di gerejanya. Saat itu dimulailah menyanyikan lagu-lagu pujian yang agak saya ketahui saat saya nyanyikan tetapi syair lagunya tidak dapat saya ketahui karena berbeda dengan lagu pujian yang saya nyanyikan setiap hari di Sekolah. Setelah menyanyikan lagu pujian, berkelanjutan mendengarkan firman tuhan yang agak sedikit lucu tetapi berharga di mata kita dan Tuhan juga. Setelah menyelesaikan kebaktian, kamipun mempersiapkan acara yang kami laksanakan kepada Desa Plono dengan latihan di gereja selama 3 jam dan setelah itu, kamipun kembali lagi ke rumah orang tua asuh kami, tetapi saat saya dan teman-teman kami mau balik ke rumah orang tua asuh kami, kamipun kesasar karena kamipun tidak tahu letak rumah orang tua asuh kami dan kamipun mencari pertolongan degan menanyakan arahan kepada tetangga rumah di Desa Plono dan kamipun ditemanin oleh seorang tetangga yang akan arahkan kami ke rumah orang tua asuh kami dan kamipun sampai ke rumah orang tua asuh kami dengan selamat tetapi kelelahan saat berjalan kaki karena letak rumahnya yang agak jauh.

Hari berikutnya, kamipun pergi ke tempat wisata di atas puncak dimana kami banyak mencari tempat yang bagus untuk berfoto bersama teman-teman dan guru-guru. Kami juga mendaki tangga yang menuju ke atas puncak dimana kami dapat melihat berbagai pemandangan yang bagus dan melihat beberapa ibukota yang ada di sana yang agak jauh. Setelah kami berfoto dan melihat pemandangan yang bagus, kamipun istirahat di atas puncak dengan bekal makan siang yang diberikan oleh orang tua asuh kepada kami untuk dimakan. Setelah kami makan siang, kamipun balik ke gereja dengan menaikin truk angkat yang akan menuruni kita dari gunung sampai dasar. Setelah kami jalan—jalan ke puncak, kamipun istirahat di rumah orang tua asuh kami untuk hari berikutnya.


Hari berikutnya, kegiatan kami di Desa Plono adalah kegiatan baksos yaitu memberikan sumbangan kepada orang tua asuh karena sudah membantu menjaga kami dan menerima kami di rumah mereka masing-masing. Banyak orang tua asuh untuk mendapatkan atau mendatangi acara tersebut demi mendapatkan sembako. Setelah acara baksos selesai, kamipun mengundang semua masyarakat Desa Plono untuk menonton acara yang kami buat yaitu menyanyi solo dan memainkan tepuk beat, menyaksikan gitar solo, dan yang terakhir acara drama yang kami persembahkan kepada semua masyarakat Desa Plono. Setelah acara drama kami dimulai, kami agak gugup saat mempersembahkan drama kami, tetapi kamipun melakukan sebaik mungkin untuk menampilkan drama kami dengan baik dan kamipun berhasil dan perjuangan buat drama kami akhirnya dapat terselesaikan dengan baik dan benar sambil dipuja oleh wali kelas kami karena sudah melakukan yang terbaik bagi drama kelas kami. Setelah acara perpisahan selesai, kamipun disediakan makanan dan minuman yang hangat untuk mengenyangkan perut kami yang kelaparan saat acara dimulai. Setelah selesai makan, kamipun pulang ke rumah orang tua asuh kami dan mempersiapkan tas-tas kami untuk pulang ke rumah pada hari berikutnya.

Kesan dan pelajaran yang saya dapatkan saat menginap 3 hari bersama orang tua asuh saya yaitu bahwa keseharian seorang desa sangat berbeda dengan orang yang tinggal di kota dimana ekonomi mereka agak menyulitkan bagi setiap kehidupan mereka dimana banyak masyarakat desa yang mencari nafkah dengan bekerja sebagai petani dan tukang bangunan dalam keseharian-harian mereka untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarga mereka dan sayapun dapat belajar dari mereka bahwa perjuangan mereka sehari-hari itu sangat luar biasa sekali dan sayapun mengagumi hal itu yang tidak dapat saya miliki dengan mudah jika saya dapat bersungguh-sungguh bekerja keras dan tidak dapat menyerah dalam menghadapi setiap tantangan yang akan saya hadapi. Kedua, bahwa masyarakat desa itu sangat menghargai dan menghormati setiap agama yang mereka miliki dengan orang lain karena setiap masyarakat di Desa Plono yang beda agama itu sangat menghormati satu sama lain dan juga dapat bersosialisasi antar satu sama lain walaupun beda agama ataupun suku. Semoga di masa yang akan datang, saya juga dapat berbuat baik kepada orang lain yang beda agama maupun suku dan menghargainya selalu dengan sepenuh hati yang saya berikan kepada orang lain. Pelajaran yang saya daptkan dari orang tua asuh saya dan juga masyarakat Desa Plono itu sangat banyak sekali untuk diceritkan dan itu semua tidak dapat saya jelaskan karena itupun sudah menjadi bagian dari kenangan-kenangan yang saya miliki saat di Desa Plono dan satu hal lagi yang saya dapat dalam melihat setiap kegiatan masyarakat di Desa Plono adalah mereka bekerja pagi-pagi dengan berjaln kaki diatas jalanan yang agak curam dan sulit dilewati bagi saya untuk mencapai tujuan dengan kaki yang kelelahan. Itupun saya kagumi karena sayapun cukup capek dalam berjalan kaki karena itu merupakan hal yang tidak biasa bagi saya dimana kondisi lingkungan yang panas dengan rasa haus yang dahsyat dan juga keringat yang membasahi tubuh saya, tetapi orang tua asuh saya berkata bahwa itu sudah menjadi kebiasaan mereka setiap hari di desadan itupun saya kagumi bagi masyarakat desa tersebut.

Pesan-pesan terakhir dari saya bagi masyarakat di Desa Plono dari orang tua asuh yang sangat saya kagumi dan hormati setiap perjuangan mereka adalah tetap sehat selalu dan selalu membantu satu sama lain sebagai satu keluarga di suatu desa yang dapat mengalahkan segala cobaan yang dihadapi selama tinggal di desa dan terakhir sekali buat orang tua asuh yang tercinta adalah terima kasih atas teh yang hangat seperti kehangatan hati dari seorang ibu yang telah membuatnya sepenuh hati bagi anak sendiri dan juga setiap pertolongan yang telah engkau berikan kepada saya dan juga kenangan yang indah semasa tinggal di Desa Plono.


May your life
will always be great dan full of  happiness
in the path of GOD





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perjalanan Ke Desa Plono

Pada hari Jumat tanggal 27 April 2018, sekolah saya akan melakukan kegiatan live in ke Yogyakarta di daerah Desa Plono, Samigaluh, Kul...