Rabu, 17 Januari 2018

Cinta Ibu Terhadap Anak


Pengalaman hidup mengenai Ibu saya bahwa Ibu saya adalah orang yang sangat perhatian kepada saya dan kadang-kadang bersikap tegas juga terhadap saya saat melakukan kesalahan tetapi Ibu saya adalah orang yang selalu bekerja keras demi saya dan keluarganya. Walaupun dalam keadaan fisik ataupun jasmani agak lemah ataupun menurun, Ibu saya selalu bangkit dan bersemangat untuk bekerja demi kebutuhan keluarga saya. Ibu saya ini adalah orang yang pantang menyerah demi saya dan juga mengajari saya untuk selalu mandiri sendiri dan juga bersikap seperti orang dewasa. Pada saya masih kecil, Ibu saya selalu perhatian sama saya mengenai tugas dari sekolah, peringati saya untuk selalu berhati-hati saat bermain, selalu menyuruh-nyuruh saya untuk tidur tepat waktu, dan mengingatkan saya untuk bertanggung jawab atas segala hal yang saya kerjakan ataupun sudah dilakukan.

Rasa perhatian dari Ibu saya ini sangat luar biasa sekali karena mampu mengubah saya menjadi orang yang bertanggung jawab dan menjadi orang yang lebih dewasa saat menghadapi perguruan yang lebih tinggi dari tahun ke tahun. Perhatian dari Ibu saya agak resah dan kesal menurut perkataan dalam hati saya tetapi saya tidak mau diperhatikan oleh Ibu saya namun saya tahu bahwa Ibu saya selalu khawatir kepada saya karena dialah yang memberiku kehidupan yang baik dan damai bagi hati saya dan juga yang telah melahirkan saya dengan susah payah untuk saya dapat hidup di dunia ini.

Cinta seorang Ibu tidak dapat diduga dan itu pernah terjadi kepada saya saat saya mengalami suatu peristiwa yang buruk sekali sejak saya kecil dan itupun terjadi dua kali dalam kehidupan saya. Pertama, ketika saya masih SD kelas 4 atau kelas 5 saya terkena penyakit sakit kuning yang membuat air kencing saya menjadi kuning dan membuat lemas tubuh saya. Ibu saya memutuskan untuk pergi ke dokter untuk dapat diperiksa dan akhirnya dokter menyuruh Ibu saya untuk cek darah saya di labotorium. Perjalanan dari dari rumah sakit ke labotorium tidak terlalu jauh sehingga saya mampu mencapai labotorium tersebut. Setelah sampai, sayapun disuruh oleh Ibu saya untuk disuntik tetapi saya takut disuntik namun Ibu saya dapat membuat saya tenang dan akhirnya saya dapat disuntik. Setelah disuntik, saya agak pusing dan tidak dapat berjalan karena tubuh saya agak lemas sehingga Ibu saya menggendong saya sepanjang jalan menuju ke rumah sakit tanpa memikirkan apapun demi saya. Pada waktu itu, saya berterima kasih kepada Ibu saya dalam hati karena telah memperhatiakn saya dan rasa kepedulian ataupun cinta terhadap saya.

Kedua, sejak saya masih SMP, saya menderita usus buntu .Kejadian itu sangat mengkhawatirkan bagi Ibu saya sendiri sehingga saya bersama keluarga saya pergi ke rumah sakit untuk dioperasi oleh dokter. Setelah mendapatkan kamar untuk dapat menginap di rumah sakit, tibalah waktu saya untuk dioperasi. Sayapun gugup dan takut akan operasi tersebut tetapi Ibu saya bilang kepada saya untuk selalu berdoa kepada tuhan dalam mendapatkan keselamatan selama operasi tersebut dan akhirnya sayapun tidak takut lagi dan bersiap untuk dioperasi. Setelah saya selesai dioperasi, sayapun siuman dan agak berhalusinasi sehingga Ibu saya memegang tangan saya untuk dapat menemani saya saat saya dalam proses penyembuhan selama beberapa hari di rumah sakit.

Kasih sayang Ibu saya ini sangat saya hargai sekali karena tanpa perhatian ataupun didikannya saya tidak dapat menjadi orang yang seperti saya sekarang ini. Dalam hati saya berkata untuk berterima kasih kepada Ibu saya dalam situasi apapun karena rasa perhatiannya kepada saya tidak akan pernah hilang dalam kehidupaan selanjutnya.

Kutipan :
Satu-satunya cinta yang sungguh aku percaya adalah cinta seorang ibu kepada anak-anaknya.

~ Karl Lagerfeld

29 komentar:

  1. Sayangi ibumu dan jangan kecewakan dia

    BalasHapus
  2. kasih ibu sepanjang masa! sayangilah ibumu selagi ada!

    BalasHapus
  3. sayangilah ibumu sepanjang masa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok makasih ellen tetap sayangi ibumu juga seperti ibu aku.

      Hapus
  4. Wahh di balik galaknya mama danni ternyata orang nya seperti ituu... nice

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Cinta dari seorang ibu memang tidak asa yang dapat menandingi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar ibu adalah seorang yang tidak dapat ditandingi kasih sayang.

      Hapus
  7. Cinta seorang ibu memang yang terbaik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Clara, ibu aku memang yang terbaik dalam kehidupanku

      Hapus
  8. Balasan
    1. Ok bos tingkatkan karyamu dan cintamu terhadap ibumu OK.

      Hapus
  9. Kasih ibu kepada danni,tak terhingga sepanjang masa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih cent kasih ibu gue memang sangat tidak terduga.

      Hapus
  10. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia...

    BalasHapus
  11. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia...

    BalasHapus
  12. Tulisannya sangat menginspirasi dan menyentuh

    BalasHapus
  13. Kasih ibu kepada Danni tak terhingga sepanjang masa

    BalasHapus
  14. Cinta seorang ibu memang luar biasa

    BalasHapus
  15. Cinta yang teramat amat amat mendalam

    BalasHapus
  16. Kasih sayang seorang ibu memang sepanjang masa dan sangat berharga

    BalasHapus
  17. Sangat menyentuh, kasih sayang ibu kpd anaknya memang tiada batas. Tetap sayangi ibumu ya!!

    BalasHapus
  18. Luar biasa memang kasih ibu pada kita, sayangi ibu selagi kita masih bisa menyayanginya

    BalasHapus
  19. Semoga dani bisa mengikuti teladan ibu yang bekerja keras , dan berjuang.

    BalasHapus

Perjalanan Ke Desa Plono

Pada hari Jumat tanggal 27 April 2018, sekolah saya akan melakukan kegiatan live in ke Yogyakarta di daerah Desa Plono, Samigaluh, Kul...